Tak kenal maka tak sayang

Saat itu, Rabu 16 Mei 1990 adalah momen yang membahagiakan untuk kedua orang tua saya. Anak pertama yang telah ditunggu-tunggu akhirnya lahir juga. Anak itu diberi nama Fabian Mahendra Nur.

Saya hidup di keluarga yang dipenuhi dengan kebahagiaan. Saya tidak sendirian, saya mempunyai dua orang adik, laki-laki semua. Jadi bisa dibilang ibu saya adalah wanita paling cantik di keluarga. Selama 21 tahun saya menjalani kehidupan, banyak hal-hal yang telah membentuk karakter diri saya.

Saat SD saya bersekolah di SD Perwara, sebuah sekolah swasta yang letaknya tidak jauh dari rumah saya dulu di Kemayoran. Saking dekatnya saya berangkat 5 menit sebelum bel masuk pun saya belum terlambat. Masa-masa di sekolah dasar adalah masa yang paling bahagia yang pernah saya rasakan dalam fase anak kecil. Saat sekolah saya seringkali bermain dengan teman-teman entah itu sepakbola, petak umpet, tak benteng, kasti dll dan tidak pernah ada beban saat memikirkan pelajaran.

Setelah menjalani masa pendidikan tahun di Sekolah Dasar, saya kemudian melanjutkan sekolah saya ke SMP Negeri 216 yang terletak di kawasan Salemba. Konon katanya sih pada masa itu SMP saya dulu sekolah unggulan yang persaingannya cukup sulit, tapi setelah saya masuk kesana rasanya biasa saja.😀. Saya seangkatan dengan Marshanda artis lhoo di sekolah itu *ga penting. Di SMP saya agak sedikit bandel, mungkin karena pengaruh teman-teman juga kali ya. Teman-teman saya terkadang sering melakukan hal di luar kewajaran yang pernah dilakukan oleh anak SMP seusianya. haha.

Lanjut, 3 tahun terlewat, saya harus masuk SMA. Saat itu saya mencoba untuk memilih SMA Negeri 8 Jakarta yang selain terkenal karena prestasinya, juga terkenal karena sering didatangin ‘tamu’ tahunan yaitu banjir. Alhamdulillah, saya diterima disana. Selama saya SMA, sifat saya berkebalikan dengan saat saya masih SMP. Saat SMA, saya cenderung pasif sehingga saya lebih menyukai kenangan saat masa SMP dibandingkan   SMA. Mungkin ini aneh, karena banyak orang bilang masa SMA adalah masa paling indah, tetapi hati saya berkata lain.

Sudah selesai 3 tahun saya jalani, saya kemudian dihadapi kebimbangan dalam memilih PTN. Sempat saya ingin menjadi dokter atau bidang lain seperti bidang sosial, tetapi keputusan telah saya ambil dan saya memilih untuk ikut USM ITB tahap 1. Pada saat itu saya memilih STEI ITB dan pilihan kedua saya memilih Teknik Mesin ITB, yang ketiga saya lupa, hehe. Alhamdulillah, lagi-lagi keinginan saya dikabulkan oleh Allah SWT. Saya diterima di jurusan Teknik Mesin ITB. Di jurusan ini, perbandingan perempuan dan laki-lakinya adalah 1 : 25 dan hal itu membuat wanita menjadi spesial disana. Banyak kenangan suka dan duka yang saya lalui bersama teman seangkatan selama 4 tahun berkuliah disana. Belajar bareng, nonton bareng, ospek bareng dan masih banyak kenangan lainnya.

Sempat pesimis untuk lulus tepat waktu, tahun 2011, tetapi akhirnya dengan segala usaha akhirnya saya lulus juga Oktober 2011. Saya mempunyai mimpi untuk bisa melanjutkan sekolah setinggi-tingginya dan bisa berkunjung ke semua benua selama saya masih hidup. Amin!

One thought on “Tak kenal maka tak sayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s