Apa yang Ghaib bagi Kita, Jangan Kita Tanyakan

Terkait dengan halal dan haramnya makanan, saya menemukan referensi yang mungkin dapat menambah wawasan kita sekalian. Sila simak artikel berikut.

Seorang Muslim tidak berkewajiban menanyakan sesuatu yang ghaib darinya (tidak disaksikannya). Misalnya: Bagaimana cara penyediannya? Apakah memenuhi syarat atau tidak? Apakah disebut nama Allah waktu menyembelihnya ataukah tidak?

Bahkan semua binatang yang ghaib dari kita dan disembelih oleh seorang Muslim -walaupun dia bodoh atau fasik- atau seseorang ahli kitab, halal bagi kita untuk memakannya.

Telah disebutkan di muka, hadits Bukhari yang menceritakan bahwa suatu kaum bertanya kepada Nabi SAW:

“إن قوما يأتوننا باللحم لا ندري أذكر اسم الله عليه أم لا؟ فقال: سموا عليه أنتم وكلوا”

“Sesungguhnya suatu kaum memberi kami daging, tetapi kami tidak tahu apakah mereka menyebut nama Allah ataukah tidak ketika menyembelihnya? Lalu Nabi SAW bersabda, “Sebutlah nama Allah dan makanlah.”

Para ulama mengomentari hadits ini dengan mengatakan, “Ini merupakan dalil yang menunjukkan bahwa semua perbuatan selalu dihukumi sah dan baik, sehingga ada dalil yang menunjukkan rusak dan batalnya perbuatan tersebut.”

Allahu A’lam.

(Dikutip dari buku “Halal dan Haram dalam Islam (Al-Halal wal-Haram fil-Islam) hal.68 karangan DR. Yusuf Qardhawi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s