Shrill Science

Hari ini di kantor saya membaca sebuah artikel menarik dari majalah online National Geographic yang di share sama orang kantor. Artikel tersebut menjelaskan kenapa kita merasa ngilu pas ada seseorang yang ngegaruk tangannya ke papan tulis kapur. Seperti yang ada di gambar bawah ini nih!😯

Why do we hate the sound of nails on a chalkboard?

Berdasarkan hasil riset, ternyata suara gesekan yang ditimbulkan dari papan kapur ini merupakan suara dengan peringkat nomor satu untuk kategori suara yang paling tidak enak didengar oleh manusia. Coba deh, sejenak bayangin mulai dari tangan yang menggesek papan tulis, kemudian suara berderit yang sangat nggak enak itu muncul. Ugh, bayanginnya aja udah ngga enak, saya aja yang nulis udah ngilu2 sendiri😆

Coba juga dengerin suaranya.

Kalo menurut para periset, di bagian dalam dari lubang telinga ini terdapat saluran ‘tube’ panjang yang berujung di bagian gendang telinga. Nah saluran ini, sebagai saluran masuknya suara, akan memperkuat (amplify) volume suara yang masuk ke telinga. Berdasarkan hasil penelitian yang sama, suara melengking yang ditimbulkan itu memiliki frekuensi yang bervariasi dengan jangkauan hingga 12000 Hz. Dari suara yang dihasilkan, dilakukan percobaan kepada beberapa sukarelawan, yang fungsinya mendengarkan suara2 menyakitkan ini (kasian sekali mereka :().

Dari sukarelawan yang tidak beruntung itu, para peneliti mengukur perubahan2 yang terjadi pada bagian kulit mereka (indikator stress) dan mengamati perilaku sukarelawan tersebut. Suara melengking yang memiliki jangkauan frekuensi hingga 12000 Hz tersebut, dikelompokkan menjadi dua bagian. Yang pertama, suara tersebut dipotong / dihilangkan (entah bagaimana caranya) frekuensi tertinggi dan terendahnya. Sedangkan yang kedua, yang dihilangkan adalah suara dengan frekuensi 2000-4000 Hz (middle). Ternyata saat didengarkan pada suara kelompok kedua, para sukarelawan lebih merasa sedikit ‘nyaman’ dibandingkan dengan suara kelompok satu. Mereka merasa lebih senang pada suara kelompok satu.

Kuncinya terletak pada suara dengan frekuensi 2000-4000 Hz. Seperti yang udah dijelaskan sebelumnya, suara yang masuk, apapun itu, akan di-amplify oleh sebuah saluran panjang yang terdapat di dalam telinga. Walaupun jangkauan frekuensi suara yang didengar manusia cukup besar (~20 – 20000 Hz), mungkin suara dengan frekuensi 2000-4000 Hz lah yang paling optimum ter-amplified, sehingga paling optimum juga memekakkan telinga. So, kalo ada temen yang iseng, mau bikin ngilu kita dengan gesek papan tulis kapur, langsung tutup telinga aja, demi aset kita yang sangat berharga🙂

Semoga bermanfaat dan mohon koreksinya apabila ada yang salah.

Wassalam,

FMN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s