Pan’s Labyrinth : (Not) just an ordinary fairy tale movies

Saya mau nge-review film yang saya tonton beberapa minggu lalu. Film ini berjudul  Pan’s Labyrinth, sebuah film Spanyol dengan judul asli “El laberinto del fauno”. Film ini salah satu film yang berkesan untuk saya. Kalau dilihat, film ini merupakan film yang memiliki cerita seperti film dongeng pada umumnya, seperti Narnia, terdapat makhluk yang aneh-aneh dan cerita mengenai kerajaan tersembunyi ataupun anak-anak yang kurang mendapat perhatian dari orang tuanya. Tetapi jika kamu telah menonton Pan’s Labyrinth, pasti akan menyangkal pendapat bahwa film ini sama seperti film fairy tales biasanya. Jadi kita mulai aja reviewnya😀

Film ini mengambil latar belakang saat terjadinya Perang Spanyol pada tahun 1944. Film ini menceritakan sebuah anak perempuan yang hanya memiliki seorang ibu yang sedang hamil tua. Ayahnya sudah meninggal, dan digantikan dengan ayah tiri. Ayah tiri ini adalah seorang komandan yang kejam, yang tidak tega-tega untuk menghukum para pengganggu dan pemberontak. Sang ibu dan anak ini terpaksa pindah ke kamp militer karena sang ayah tiri bertugas disana. Sang anak perempuan adalah seorang anak yang percaya pada dongeng-dongeng yang sering ia baca kisahnya.

Pada suatu ketika, anak tersebut bertemu dengan sesosok makhluk yang menyerupai seperti peri. Mulai saat itulah petualangan si anak dimulai. Si anak ini, yang dianggap reinkarnasi dari putri suatu kerajaan yang telah hilang, memulai petualangan dengan melewati jalan rahasia labirin yang menuntunnya untuk memasuki portal kerajaan tersebut (dengan bantuan peri). Di portal tersebut dia bertemu dengan sebuah makhluk besar penjaga portal kerajaan yang bernama Faun. Faun berkata kepada sang gadis bahwa dia harus melakukan beberapa tugas supaya dia dapat masuk ke dalam kerajaan rahasia itu.

Di saat yang bersamaan (pada dunia nyata), terjadi beberapa pemberontakan di kamp. Banyak kejadian-kejadian yang tidak layak dilihat untuk seorang anak yang menginginkan cerita dongeng yang penuh buaian, keajaiban, dan keindahan. Pada film ini, misalnya, pada suatu adegan sang komandan memergoki dua orang penyusup yang ingin mencuri barang-barang di kamp. Sang komandan kemudian menghukum salah seorang penyusup dengan memukul secara bertubi-tubi hidungnya dengan botol, dan pada adegan itu diperlihatkan bentuk hidung sempurna sampai retak oleh pukulan. Penyusup lainnya kemudian ditembak dengan tanpa belas kasihan oleh sang komandan.  Pada adegan lain memperlihatkan, sang komandan yang sangat dibenci itu tertahan oleh pembantunya sendiri. Sang pembantu yang sudah sangat kesal dengan kelakuan sang komandan, menghukumnya dengan merobek setengah bagian pipi kiri sang komandan, dan adegan tersebut dipertontonkan dengan jelas.

Ya film ini memang bukan film dongeng yang seperti biasanya. Film ini bukan film yang pantas ditonton oleh anak-anak yang ingin menonton film tentang dongeng. Tetapi disinilah menurut saya nilai tambah dari film ini. Pan’s Labyrinth merupakan film yang dapat menggabungkan unsur imajinasi dari sebuah dongeng dengan unsur kekejaman dengan apik. Unsur imajinasi diperlihat dari sejumlah petualangan sang anak dengan peri supaya dia berhasil masuk ke  kerajaan setelah menyelesaikan tugas-tugas yang telah diberikan oleh Faun, sedangkan unsur kekejaman diperlihatkan dari perilaku sang Komandan dan yang berhubungan dengan perang. Jarang film yang mengangkat tema seperti ini. Oleh karena itu saya sangat menyarankan kepada kalian yang ingin menonton film dongeng yang penuh imajinasi yang beda dari biasanya😀

Oh ya, film ini disutradarai oleh Guillerme del Toro, seorang sutradara yang membuat film Hellboy. Kalau kamu tau filmnya, pasti kamu tau kenapa banyak makhluk-makhluk aneh bin ajaib yang ada di film Pan’s Labyrinth.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s