Home > Islam > Pengalaman I’tikaf keliling Ramadhan 1433 H di Jakarta

Pengalaman I’tikaf keliling Ramadhan 1433 H di Jakarta

Ramadhan kemarin yang baru saja selesai ini menyisakan pengalaman baru buat saya.  Pengalaman itu adalah keliling mesjid untuk i’tikaf pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan. Kegiatan ini dimulai saat teman kantor saya mengajak untuk melakukan i’tikaf keliling bareng di beberapa mesjid di Jakarta. Saya yang selama empat tahun ini banyak menghabiskan Ramadhan di Bandung  tentu saja langsung mengiyakan ajakan teman saya. Ini merupakan pengalaman pertama saya i’tikaf keliling di Jakarta :)

Langsung saja kami berdua mulai berdiskusi untuk menentukan pilihan masjid tempat i’tikaf. Tak butuh waktu lama, mesjid2 tersebut sudah terpilih dengan berdasarkan kenyamanan i’tikaf dan kajian yang diadakan di mesjid tersebut. Walaupun pilihan masjid ditentukan bersama oleh teman saya, sayangnya kami hanya melakukan i’tikaf bareng selama 3 hari. Oleh karena itu mesjid-mesjid yang ingin saya sebutkan disini adalah mesjid berdasarkan tempat saya melakukan i’tikaf bukan dari pilihan yang telah ditentukan bersama. 

Kalo dari jadwal mulanya sih seperti ini, tapi kenyataannya berbeda. Kami hanya melakukan i’tikaf bareng pada malam ke 25, 26 dan 27, sisanya sendiri2 hehe..

malam ke 21 Masjid Baitul Kamal Depok
malam ke 22 Masjid Bimantara
malam ke 23 Masjid Al-Hikmah
malam ke 24 Masjid Al-Hikmah
malam ke 25 Masjid Baitut Taqwa Dirjen Bea Cukai
malam ke 26 Masjid Baitul Hikmah Elnusa
malam ke 27 Masjid Baitul Hikmah Elnusa
malam ke 28 Masjid Baitul Hikmah Elnusa
malam ke 29 Masjid Baitul Hikmah Elnusa

Nah, kalo jadwal saya ini agak sedikit berbeda. Saya akan sebutkan disini beserta kesan-kesannya.

Malam ke 21

Saya melaksanakan i’tikaf di masjid Al-Ittihad. Masjid ini berlokasi di daerah Tebet Mas, kebetulan dekat sekali dengan tempat kos saya, hanya 5 menit dengan jalan kaki.

tampak depan mesjid

bagian dalam mesjid (source : http://desnantara-tamasya.blogspot.com/2012/02/masjid-al-ittihad-tebet-jakarta.html)

Masjidnya enak,  ber-AC, sehingga  membuat suasana i’tikaf menjadi lebih nyaman. Untuk makan sahur bersama, daftar terlebih dahulu ke panitia dengan infaq sukarela jika hanya i’tikaf 1 hari. Tetapi jika full selama 10 hari di mesjid Al-Ittihad, kalau tidak salah dikenakan biaya sebesar 100rb. Kegiatan i’tikaf di mesjid ini dimulai dengan acara kajian malam dari jam 21-22. Pada saat saya i’tikaf disana, kajiannya mengenai serba-serbi Syi’ah. Kemudian acara bebas setelah itu. Saat jam 1 nanti akan dibangunkan untuk melaksanakan qiyamul lail berjamaah.  Yang berkesan saat i’tikaf di mesjid ini adalah saat qiyamul lailnya yang menghabiskan 3 juz untuk 8 rakaat, dengan jeda setiap 2 rakaat. Oleh karena itu qiyamul lailnya berlangsung 3 jam, mulai dari jam 1 sampai jam 4. Walaupun terkadang mata saya agak berat dan kaki pegal2, tapi Alhamdulillah saya dapat mengikuti sholat qiyamul lail sampai selesai. Bacaan imamnya pun enak, jadi kalau kita tetap fokus ke bacaan imam, insya Allah tidak terlalu berat bebannya.

Setelah itu dilanjutkan dengan sahur bersama. Di masjid ini, cara makannya baik sahur ataupun buka bersama (kebetulan saya sering juga buka bersama di masjid ini) adalah satu piring bersama-sama untuk empat orang. Cara makan seperti ini mungkin ditujukan untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa mencintai antar saudara sesama kaum Muslimin.

Malam ke 22

Saya melaksanakan i’tikaf di masjid Baitul Ihsan yang berada di Kompleks BI. Masjid ini mungkin sudah banyak yang mengenal karena lokasinya yang strategis dan bangunannya yang indah.

bagian-bagian Masjid Baitul Ihsan (source : http://duniamasjid.com/442/masjid-baitul-ihsan-bi/)

Saat i’tikaf disini, saya bareng dengan teman semasa kuliah saya. Masjidnya bagus sekali, terlihat megah dan kokoh, sepadu dengan kompleks BI disekitarnya. Karpetnya pun juga empuk dan tebal sehingga tidur jadi nyaman :). Kegiatan i’tikaf di mesjid ini dimulai dengan kajian malam. Sayangnya pada waktu itu saya telat datangnya, sehingga saat saya sampai kajian sudah hampir rampung. Setelah kajian, acaranya bebas. Kemudian dibangunkan pada jam 2 untuk qiyamul lail berjamaah. Di masjid ini saya tidak sampai selesai mengikuti qiyamul lail berjamaahnya, hanya sampai 8 rakaat :P. Saya tidak ingat sampai berapa rakaat sholat malamnya, tetapi tidak sampai 3 juz seperti di masjid Al-Ittihad. Yang berkesan dari masjid ini adalah AC sangat kuaat sekali, saya sampai kedinginan dibuatnya hehe..

Untuk makan sahur, daftar terlebih dahulu ke panitia dengan infaq seikhlasnya. Saat itu sahur yang disediakan adalah nasi padang. Setelah sahur bersama, kemudian dilanjutkan dengan subuh berjama’ah. Setelah itu saya tidur sebentar, bangun lagi sekitar jam 8. Saat saya ingin pulang, pintu masuk tempat saya masuk malam sebelumnya sudah ditutup. Saya pun bingung, karena motor saya parkir di RS sebelah kompleks BI bukan di dalam kompleks BI. Walhasil saya harus berjalan memutar cukup jauh ke tempat parkir motor. Lain kali kalo mau ke masjid BI lagi, sebaiknya parkir langsung di dalam kompleksnya.

Malam ke 23

Malam ini saya melaksanakan i’tikaf di Masjid Bimantara. Masjid ini berlokasi di daerah Kebon Sirih, satu kompleks dengan MNC Tower.

masjid Bimantara difoto dari bawah (source : http://infomudik2009.wordpress.com/info-ramadhan/spirit-ramadhan/masjid-bimantara-pendamping-menara-kebon-sirih/)

Kali ini saya i’tikaf hanya seorang diri saja. Masjid Bimantara memiliki desain arsitektur yang sangat apik, letaknya pun menggambarkan keagungan mesjid itu sendiri, seperti yang dapat dilihat pada gambar di atas, berada di bagian atas. Jadi kita harus menaiki sekitar 60 anak tangga untuk mencapainya. Kegiatan i’tikaf di masjid ini dimulai dengan kajian malam dari jam 22-23. Kajian ini diisi oleh Ust. Abdul Muis yang juga merupakan Ustadz di masjid Al-Hikmah. Ust. Abdul Muis mengisi kajian tentang kisah tauladan Utsman bin Affan. Kemudian acara bebas setelah kajian. Saat jam 02.15 panitia membangunkan peserta i’tikaf untuk melaksanakan qiyamul lail berjamaah. Qiyamul lail dipimpin oleh imam Ust. Muhtar Fatawi Al-Hafidz. Yang paling berkesan adalah pada saat qiyamul lail. Qiyamul lailnya tidak berlangsung lama, tapi imamnya itu, Subhanallah, bagus sekali suaranya dan sedu sedan lantunan bacaannya. Sampai menangis saya dibuatnya. Ah, ingin lagi rasanya diri ini mendengarkan bacaan Ust. Muhtar Fatawi.

Untuk makan sahur, peserta i’tikaf mendaftar terlebih dahulu ke panitia dengan infaq sebesar 5 ribu rupiah, tidak sebanding dengan nasi box yang memiliki lauk pauk lebih dari cukup untuk makan sahur. Setelah sahur, acara dilanjutkan dengan subuh berjama’ah dan tausiyah yang diisi oleh Ust. Ade Kholifah. Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari pengurus mesjid, para imam dan pengisi acara kebanyakan didatangkan dari masjid kubah emas atau masjid At-Thin.

Malam ke 25

Pada malam ke 25 akhirnya saya i’tikaf bareng dengan teman kantor saya. Malam ini kami i’tikaf di masjid Baitut Taqwa di area perkantoran Dirjen Bea Cukai. Dirjen Bea Cukai berlokasi di Jl. Ahmad Yani (bypass) Rawamangun.

Masjid ini terlihat lebih sederhana jika dibandingkan dengan masjid sebelumnya, tetapi bagian dalamnya tidak jauh berbeda, penuh dengan keindahan. Kegiatan i’tikaf dimulai dengan kajian malam dari jam 22-23.  Saat itu kajiannya mengenai zakat. Setelah kajian, acaranya bebas. Kemudian dibangunkan kalau tidak salah pukul 02.45 untuk solat qiyamul lail berjamaah. Waktu solat tidak terlalu lama. Setelah solat dilanjutkan dengan sahur bersama. Yang berkesan dari mesjid ini adalah lokasinya yang sangat hening, jauh dari keramaian. Walaupun lokasi Dirjen Bea Cukai berada di pinggir jalan, masjid ini berada di jauh bagian dalam, sehingga terhindar dari suara bising kendaraan.

Untuk sahur bersama peserta i’tikaf harus mendaftar terlebih dahulu ke panitia dengan infaq sebesar 10 ribu rupiah. Sahur yang diberikan berupa nasi kotak lengkap dengan buahnya. Setelah sahur kemudian dilanjutkan dengan subuh berjamaah. Setelah itu saya tidur sebentar, kemudian bersiap-siap mandi untuk langsung berangkat ke kantor bersama teman saya.

Malam ke 26

Kali ini saya melaksanakan i’tikaf di masjid Al-Hikmah, berbarengan dengan teman kantor lagi. Masjid berlokasi di Jl. Bangka. Masjid ini  dalam tahap renovasi untuk perluasan gedung. Semoga renovasi mesjid ini dapat selesai dengan cepat sehingga dapat menampung jumlah jama’ah yang lebih banyak lagi.

Masjid Al-Hikmah merupakan masjid pertama di Jakarta yang membuka pendidikan tahsin / tahfidz Al-Qur’an. Terdapat juga beberapa sekolah Islam dengan berbagai macam spesialisasi, contohnya sekolah dakwah. Kegiatan i’tikaf dimulai dengan kajian malam, tapi pada saat saya sampai disana, kajian sudah selesai. Lampu masjid sudah dimatikan dan sebagian besar orang sudah beristirahat. Para peserta i’tikaf dibangunkan pada jam 1 untuk melaksanakan Qiyamul lail. Qiyamul lail disini juga menghabiskan 3 juz. Untuk kali ini saya tidak selesai 3 juz, hanya sampai 8 rakaat hehe. Yang berkesan bagi saya adalah imam qiyamul lailnya masih muda sekali, mungkin baru sekitar 17 tahun. Sungguh kagum saya terhadapnya, pada umur semuda itu sudah bisa mengimami qiyamul lail dengan hapalan yang sudah sangat banyak. Subhanallah..

Untuk makan sahur, di masjid ini tidak menyediakan sahur seperti masjid sebelumnya. Saya mencari makan sahur di lingkungan sekitar masjid yang untungnya tidak jauh dari masjid. Teman kantor saya pernah bertemu dengan Pak Menteri Kominfo Ust Tifatul, tempat sahur saya pun juga sering dikunjungi oleh beliau. Jadi sering2 main ke Al Hikmah kalau mau bertemu dengan beliau 8). Setelah itu sholat subuh berjama’ah yang kemudian acara dilanjutkan oleh Ust. Abdul Muis. Pada saat di Masjid Bimantara, beliau sangat terlihat tenang, tetapi saat di Al-Hikmah gaya bicaranya berkobar-kobar. Sebenernya pada saat itu isi ceramah hanya meminta tindakan konkrit dari para jama’ah yang hadir dengan menuliskan berapa keramik / dinding untuk keperluan renovasi masjid. Para jamaah pada awalnya bingung karena tidak membawa uang yang cukup, tetapi Pak Ustadz bilang ‘ngga apa2 ngga cukup uangnya, tulis saja dulu, yang penting niatnya’, hehe..Walhasil para jama’ah saat itu sibuk menulis data diri dan besar sumbangan yang ingin diberikan, termasuk juga untuk jama’ah akhwatnya.

Malam ke 27

Pada malam ini saya dengan teman saya melaksanakan i’tikaf di Masjid Baitul Hikmah yang berlokasi di area perkantoran Elnusa yang berada di Jl. TB Simatupang.

Masjid ini juga memiliki desain interior yang sangat indah, entah didesain dengan model seperti apa tapi saya sangat suka melihatnya. Kegiatan i’tikaf di Masjid Baitul Hikmah dimulai dengan kajian malam dari jam 21-22. Sayangnya saat itu saya datang telat jadi hanya mendengar beberapa menit kajiannya. Kalau tidak salah mengenai keutamaan i’tikaf. Yang bagusnya lagi, masjid ini memiliki kamar mandi yang sangat banyak, jadi tidak mungkin sepertinya kalau ada yang mengantri. Peserta i’tikaf di mesjid Elnusa juga hanya pria saja, tidak ada wanita seperti di masjid-masjid sebelumnya. Setelah kajian, acara bebas. Peserta dibangunkan sekitar jam 2 untuk qiyamul lail berjamaah. Waktu qiyamul lail nya juga tidak terlalu lama. Yang membuat saya berkesan saat i’tikaf di masjid ini adalah lagi-lagi ‘terpesona’ pada imam qiyamul lail, Ust. Khoirul Anwar Al-Hafidz. Suaranya itu subhanallah, merdu sekali. Bacaan ayat-ayat suci dilantunkan dengan sangat indah. Saya pun sampai terbawa suasana saat beliau membacakan Ar-Rahman, saya yakin para jama’ah yang lain pun akan ikut terbawa suasana oleh suara Ust. Khoirul. Teman saya bilang Ust. Khoirul spesialis imam di malam-malam ganjil di Elnusa. Alhamdulillah, saya beri’tikaf di malam ganjil sehingga saya dapat bertemu dengan beliau. Ah, pertemuan pertama yang sungguh sulit untuk dilupakan.

Untuk makan sahur, seperti biasa para peserta harus mendaftar terlebih dahulu ke panitia dengan infaq sebesar 20 ribu. Makan sahur dikemas di dalam box dengan lauk pauk yang lengkap beserta buah jeruk. Setelah sahur bersama, dilanjutkan dengan subuh berjama’ah dan kuliah subuh yang diisi oleh perwakilan dari kelompok peserta i’tikaf yang diberi amanah untuk mengisi tausiyah pada pagi hari itu. Setelah mendengarkan tausiyah, kami pun bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Satu hal yang perlu diingat, jangan teledor pada saat tidur. Jangan seperti saya ini :oops: yang mengeluarkan dompet dan HP pada saat mau tidur. Maunya sih biar tidur lebih nyaman gitu, tapi saya pun sempat panik pada saat bangun. HP dan dompet saya raib. Setelah dicari-cari ternyata disimpan di ruangan panitia, maksudnya untuk memberi pelajaran untuk orang seperti saya ini. Kata panitia mereka juga ‘menyimpan’ beberapa HP maupun dompet dari para peserta i’tikaf yang lain hehe..Yah ini pelajaran buat saya supaya selalu bertindak waspada.

Malam ke 28

Pada malam ini saya mencoba untuk melaksanakan i’tikaf di Masjid Sunda Kelapa. Mungkin juga sudah banyak yang mengetahui karena masjid ini berdiri sudah cukup lama. Saya putuskan untuk i’tikaf disini karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari kosan saya di Tebet, saya juga ingin bertemu dengan teman karib saya dari SMP yang kebetulan juga pengurus RISKA (Remaja Islam Sunda Kelapa). Saat saya berada di sana, secara tidak sengaja saya juga bertemu dengan 2 orang teman SMA saya.

Bagian depan Masjid (source : http://www.islamedia.web.id/2012/01/masjid-sunda-kelapa-islamkan-345-mualaf.html)

Bagian dalam masjid (source : http://engineear.net/2009/12/13/masjid-sunda-kelapa-beribadah-sekaligus-berkuliner-ria/#jp-carousel-1178)

Area ibadah masjid ini cukup luas. Untuk jama’ah wanita ditempatkan di lantai bawah, sedangkan untuk jama’ah pria di lantai atas. Di lantai atas pun dibagi dua area. Area pertama adalah area luar yang tidak berpendingin udara, sedangkan area satu lagi adalah area utama yang berpendingin ruangan. Masjidnya enak, dingin, karpetnya juga tebal. Di masjid ini tidak ada kajian malam, mulai setelah tarawih, acara bebas. Tapi saat jam 1 acara diisi dengan tilawah bersama. Masjid ini bisa dibilang hi-tech karena menyediakan komputer beserta projector dan screen. Fungsi screen ini salah satunya menampilkan ayat-ayat Al-Qur’an pada saat tilawah bersama. Tilawah dilakukan sekitar 1.5 jam, kemudian dilanjutkan dengan qiyamul lail berjama’ah. Yang menarik adalah imam masjid langsung ‘diimpor’ dari Madinah. Saya lupa Syeikh siapa namanya. Suaranya pun jernih sekali, ayat-ayat Al-Qur’an dilantunkan beliau dengan indah. Saat solat, semua lampu dimatikan untuk menambah kekhusyukan dalam solat.

Untuk makan sahur, masjid ini tidak seperti kebanyakan masjid lainnya yang harus mendaftar terlebih dahulu. Masjid ini membagikan makanan gratis kepada seluruh peserta i’tikaf.  Walaupun gratis, yang kurang enaknya para peserta banyak yang berebutan makanan. Peserta pada saat itu ramai sekali, sampai ruang utama masjid penuh. Saya paling malas dengan yang seperti ini. Terlihat deh asli Indonesia-nya, yang sering mementingkan diri sendiri. Memang sih panitia pada awalnya membagikan makanan dengan tertib dimulai dari shaf pertama. Tetapi banyak yang tidak sabar, sehingga banyak yang menyerobot dan menyebabkan kondisi menjadi chaos sesaat. Saya sendiri pun menunggu untuk menghindari rebutan, alhamdulillah saya pun mendapat makanan walau sempat berebut meski cuma sebentar. Setelah sahur, dilaksanakan solat subuh berjama’ah. Setelah itu pun saya langsung pulang ke kos.

 

Nah, begitulah pengalaman saya i’tikaf keliling di masjid-masjid Jakarta. Semoga kita semua dapat berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan, sehingga kita bisa mengasah diri kita untuk menjadi yang lebih baik. Semoga saya juga bisa melaksanakan lagi i’tikaf keliling tahun depan. PS : kalau saya bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan, saya ingin ‘mencicipi’ i’tikaf di Masjid Agung Al-Azhar :wink:

Demikian, semoga bermanfaat!

FMN

About these ads
Categories: Islam
  1. August 24, 2012 at 8:10 am

    Ngerii kali bro I’tikafnyaa.

  2. op
    July 18, 2013 at 9:33 am

    ramadhan tahun ini kemana itikafnya bro?

    • July 18, 2013 at 2:37 pm

      Belom ada rencana nih.
      ada saran ngga bro?

      • df
        August 1, 2013 at 10:10 am

        Masjid Jakarta Utara : Istiqlal, Baitul Ihsan (BI), Sunda Kelapa (Menteng), Arief Rahman Hakim (UI Salemba), Bimantara (gedung MNC), Al-Hakim (Menteng), At-Taufiq, Yarsi (Cempaka Putih)
        Masjid Jakarta Selatan : Pondok Indah, Al-Azhar, Baitul Hikmah (Elnusa), Al-Hikmah (Mampang), An-Nur (Perdatam Pancoran), Jami’ Al Insan (Patal Senayan), As-Shofa (Lenteng Agung), Al-Ittihad (Tebet), Asy Syukur (Kebayoran Lama), At-Taqwa (pejaten)
        Masjid JakTim : At-Tin, Bea Cukai, Mudzakaroh (Kp Tengah), Baabus Salam (rawamangun), Pesantren Husnayain (pasar Rebo), Al-Qolam (Pondok Gede)
        Masjid JakUt : Jakarta Islamic Center, Astra, Kelapa Gading,
        Masjid JakBar : Indosat
        Tangerang : Baitul Hikmah, Bahrul Ulum, Al Adzom
        Sepertinya masih ada yang gak kesebut nih, dan 10 hari gak cukuuuup…. :(
        Kalau weekend dipastikan masjid-masjid besar pasti penuh.

  3. August 1, 2013 at 1:50 pm

    @df mantap, lengkap banget tuh :)
    kalau ada waktu boleh deh satu2 nyobain, soalnya skrg saya nyari mesjidnya yg deket2 aja hehe

  4. July 13, 2014 at 3:28 pm

    Salam, saya dari Malaysia, insha ALLAH, akan tiba di jakarta pd hari jumaat siang tanggal 18.7 dan pulang ke kuala lumpur ahad sore20.7. Saya mahu iktikaf2 malam di masjid yang berlainan. Minta akh cadangkan 2 masjid untuk saya iktikaf tapi yang dekat2. Saya juga ingin melawat masjid2 yang lain untuk acara siang hari. Minta akh cadangkan tapi yang dekat2 sahaja kerna saya hanya akan naik bajaj dan keretapi sahaja, budjet traveller. Jazakallahu khairan.

    • July 14, 2014 at 11:47 am

      Salam. Kalau boleh tahu menetap di jakarta nya di daerah mana? Antum bisa cuba masjid Istiqlal, yang mana masjid terbesar di Asia Tenggara. Bisa juga cuba masjid BI (Baitul Ihsan) yang berada di kompleks Bank Indonesia, masjid Sunda Kelapa di daerah Menteng, atau masjid Bimantara yang berada di kompleks stasiun televisi MNC. Masjid-masjid tersebut berada di pusat kota. Jazakallahu khairan.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: